Showing posts with label Fakta Hewan. Show all posts
Showing posts with label Fakta Hewan. Show all posts

Monday, October 21, 2013

Anjing yang Dilarang Ditangkarkan di Dunia


Di penghujung tahun 1980an, sebuah terjadilah sebuah serangan epidemis yang dilakukan oleh anjing jenis Pit bull, sehingga menyebabkan adanya pelarangan penangkaran dan pemeliharan anjing sejenis Pit Bull. Pada tahun 1991, Parlemen Inggris bahkan melarang beberapa jenis anjing lainnya yang diikuti pula oleh beberapa negara lain. Berikut adalah 5 jenis anjing yang dilarang menurut unikgaul.com:

1. Boerboel

Anjing jenis Boerboel ini berasal dari daratan Afrika Selatan, dan penampilannya hampir mirip dengan anjing Bull Mastiff. Nama Boerboel sendiri diambil dari bahasa Belanda yang artinya “Anjing Peternakan.” Boerboel merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis anjing lokal yang ada di Afrika dan anjing penjaga, dan dibawa ke daratan Eropa, terutama Belanda, oleh para pendatang yang berasal dari Afrika.
Di akhir tahun 1920’an, sebuah perusahaan intan De Beers membawa anjing Bull Mastiff ke Afrika Selatan untuk menjaga tambang mereka, dari situlah terjadi perkembang biakan hingga menghasilkan jenis Boerboel. Jenis baru yang hebat sebagai penjaga, tidak terlalu agresif dan sangat lembut ketika berada di dekat anak-anak. Berat mereka mampu mencapai 150 pon, namun di Negara Denmark mereka tidak diperboleh untuk dijadikan sebagai anjing peliharaan.

2. Wolfdog

Ada banyak perkembangbiakan yang menyilangkan antara serigala dan anjing lokal, termasuk wolfdog yang berasal dari Ceko-Slovakia—merupakan persilangan antara anjing gembala Jerman dan Serigala Carpathia, dan Saarlos Wolfhound—persilangan antara anjing Gembala Jerman dengan serigala dari McKenzie Valley. Mungkin jenis Wolfdog yang terkenal adalah yang ada dalam tulisan fiksi Jack London, White Fang.
Karakter yang dimiliki oelh Wolfdog diantaranya adalah susah diterka, dan bereaksi terhadap situasi seperti serigala dan anjing. Mereka tercatat suka menyerang manusia khususnya anak-anak kecil, yang dianggapnya sebagai mangsa. Serigala Anjing ini tidak diperbolehkan di Negara Norwegia.

3. Neapolitan Mastiff

Anjing jenis Neapolita Mastiff atau juga Neo, berasa dari daratan Itali, yang dahulu digunakan sebagai anjing gladiator (petarung) di arena Coloseum. Mereka juga digunakan sebagai anjing perang oleh militer Romawi. Saat ini, mereka biasa digunakan sebagai anjing penjaga rumah. Penampilannya sangat mencolok, memiliki berat tubuh jantannya mampu mencapai 200 pon. Anjing jenis ini dilarang untuk dipelihara di Singapura, bahkan di Romania Anda harus memiliki sertifikasi yang menyatakan psikologi anda sehat.

4. Bandog

Kata ‘Bandog’ telah digunakan semenjak abad pertengahan dan digunakan untuk menggambarkan sejenis anjing besar yang tidak dirantai dan bertugas sebagai penjaga properti. Namun Bandog modern sekarang ini sudah tidak murni lagi secara genetika, mereka telah dicampuri oleh Pit Bull terriers dan beberapa jenis Mastiff. Jenis ini dikembangbiakan pada tahun 2960’an, oleh seorang pecinta binatag, John Swinford. Salah satu anjing John yang terkenal adalah Bantu—galak, tangguh, dan gigi dalam sebuah pertarungan. Beratnya mampu mencapai 80-hingga 150 pon. Anjing jenis Bandog ini dilarang di negara manapun.

5. American Bulldog

Dilarang untuk dimiliki, dikembangbiakan di Singapura, Denmark dan beberapa kota besar lainnya, anjing American Bulldog ini merupakan anjing asli berasal dari pedalaman selatan Amerika, yang digunakan sebagai anjing penjaga peternakan. Mampu menangkap dan mengalahkan babi hutan liar yang bertaring tajam, menggusur serta mengangkatnya walaupun babi itu seberat ratusan pon. Ia adalah petarung yang buas, kekuatan rahangnya luar biasa hingga menggigit dan merobek lawannya dengan erat. Beratnya mampu mencapai 70 hingga 120 pon, bahkan bisa lebih dari itu.

Binatang Cantik Berwarna Jadul

1. Panda

Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emas negara tersebut.  Nama China-nya berarti “kucing-beruang,” dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan Panda Merah, dan dulunya dikenal sebagai Beruang Belang (Ailuropus melanoleucus).

2. Paus Orca

Paus Pembunuh atau Orca (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Spesies ini ditemukan di seluruh samudera, dari kawasan dingin seperti Artik dan Antarktika hingga kawasan bersuhu hangat. Paus Pembunuh merupakan predator puncak di lautan, kebanyakan populasi memakan ikan, sementara populasi lainnya memakan mamalia laut seperti singa laut, anjing laut, walrus hingga paus besar.

3. Tapir

Tapir adalah binatang herbivora yang memakan dedaunan muda di sepanjang hutan atau pinggiran sungai. Tapir memiliki bentuk tubuh seperti babi, telinga yang mirip badak dan moncongnya yang panjang mirip trenggiling, sementara lenguhannya lebih mirip suara burung daripada binatang mamalia. Tapir merupakan hewan yang soliter, kecuali pada musim kawinnya. Aktivitasnya lebih banyak pada malam hari (nokturnal). Aktivitas makan biasanya dilakukan sambil tetap terus berpindah dalam jalur yang berpindah-pindah. Jangkauan jelajah tapir sangat luas karena mereka cenderung berjalan jauh untuk menemukan lokasi yang kaya garam mineral

4. Zebra

Zebra adalah binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih. Habitat hewan ini tersebar di Afrika Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu zebra gunung (Equus zebra), zebra dataran (Equus quagga) dan zebra primitif (Equus grevyi).  Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator. Belang zebra dapat membingungkan predator. Zebra memiliki “warna disruptif” seperti beberapa katak pohon dan ular belang. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan, menyamarkan bentuk asli zebra. Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan lagi.

5. Sapi Holstein

Sapi holstein atau frisia merupakan salah satu trah sapi perah yang sekarang dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu di peternakan susu. Berasal dari Eropa, sapi holstein dikembangbiakkan di daerah yang sekarang menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda (jadi bukan dari Holstein, Jerman). Sapi holstein berukuran besar dengan totol-totol warna hitam dan putih di sekujur tubuhnya. Dalam arti sempit, sapi holstein memiliki telinga hitam, kaki putih, dan ujung ekor yang putih. Di Indonesia sapi jenis FH ini dapat menghasilkan susu 20 liter/hari, tetapi rata-rata produksi 10 liter/hari atau 3.050 kg susu 1 kali masa laktasi. Sapi jantan jenis FH ini dapat mencapai berat badan 1.000 kg, dan berat badan ideal betina adalah 635 kg. Di Amerika sapi jenis FH ini dapat memproduksi lebih dari 7.000 kg susu dalam 1 kali masa laktasi.

6. Anjing Dalmation

Dalmatian adalah nama jenis anjing yang dikenal dengan warna kulitnya yang putih dengan (pada umumnya) noda-noda hitam. Variasi warna coklat juga kadang ditemukan walaupun jauh lebih jarang. Nama Dalmatian berasal dari Provinsi Dalmatia dari negara Kroasia, yang diperkirakan sebagai asal dari jenis ini.

7. Harimau Putih

Harimau putih adalah sejenis harimau yang membawa gen resesif yang menghasilkan pewarnaan pucatnya. Ada juga satu fitur genetik yang menyebabkan belangnya juga berwarna pudar; harimau putih seperti pula disebut harimau “putih salju” atau putih sejati. Ini terjadi bila seseekor harimau mewarisi dua salinan gen resesif untuk pewarnaan pudar yang jarang ini. Harimau putih berhidung merah jambu, berpusat kaki merah jambu, berkulit kelam kelabu, bermata biru es dan berbulu putih atau putih kuning berbelang hitam, kelabu atau coklat

Langka namun Masih Diburu


Spesies langka di seluruh belahan dunia semakin langka karena berbagai alasan seperti kehilangan habitat, menjadi makanan dari predator, perubahan iklim, dan khususnya perburuan liar. Walaupun telah dilarang secara keras, spesies yang terancam punah ini masih tetap saja diburu karena berbagai alasan. Berikut 10 spesies langka yang masih diburu hingga sekarang ini tahupedia.com.

10. Buaya – Chinese Alligator

Sudah diketahui secara umum bahwa di dunia fashion, kulit buaya sangatlah berharga. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa spesies buaya pada awalnya masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”, untungnya berkat berbagai upaya konservasi yang ada di dunia maka status tersebut telah membaik menjadi “vulnerable” atau “rawan”. Namun hal ini tidak berarti mereka telah terbebas dari perburuan liar manusia. Salah satu spesies buaya yang paling terancam punah adalah Chinese Alligator yang diperkirakan sisa spesies ini adalah kurang dari 200 ekor.

9. Hiu – Great White Sharks

Salah satu spesies binatang yang masih paling banyak diburu hingga sekarang ini adalah spesies hiu yang dikategorikan masuk ke dalam “vulnerable” atau “rawan”. Walaupun mereka digambarkan sebagai ikan yang mengerikan dengan gigi yang berbahaya, pada kenyataannya manusia terus memburu spesies ini dengan tujuan untk mendapatkan sirip hiu berkualitas tinggi dan dijadikan sup kelas atas. Salah satu spesies hiu yang paling terancam punah adalah Great White Sharks yang diperkirakan jumlahnya di alam liar hingga sekarang hanya bersisakan 3.500 ekor.

8. Kuda Nil – Pygmy Hippopotamus

Merupakan hewan darat terbesar kedua di dunia setelah gajah dengan gigi menyerupai gading, bermulut besar dan salah satu hewan teragresif di dunia. Ini semua tidak berarti di hadapan manusia yang memburu gigi mereka tersebut, beberapa lainnya memburu kuda nil untuk sekedar mendapatkan piala perburuan. Pygmy hippopotamus adalah salah satu spesies kuda nil yang terancam punah di dunia dimana diperkirakan sisanya di alam liar hanyalah 2 hingga 3 ribu di dunia.

7. Cheetah 

Hewan darat tercepat di dunia yang mampu berlari hingga 70-75 mil per jam ini merupakan salah satu hewan yang keberadaannya masuk dalam kategori “vulnerable”. Ada berbagai alasan mengapa speies cheetah berada di kategori ini, seperti konflik di alam liar, perburuan liar, dan khususnya kehilangan habitat. Hingga sekarang spesies Cheetah hanya bersisakan 10 Ribu ekor di alam liar. 10 Ribu ekor Cheetah ini telah mewakili seluruh spesies dan subspesies Cheetah di berbagai belahan dunia.

6. Beruang – Polar Bear

Beruang adalah salah satu binatang paling berbahaya di dunia, dan oleh karena itu spesies ini terus dijadikan lambang piala perburuan yang popular. Beruang sendiri masuk ke dalam kategori “vulnerable” dimana sebagian besar di antaranya telah dipertimbangkan masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”. Salah satu spesies beruang paling terancam di dunia adalah spesies beruang paling berbahaya yaitu Beruang Kutub atau Polar Bear. Jumlahnya di alam liar hanya bersisakan sekitar 20 Ribu ekor saja.

5. Singa – African Lion

Diklasifikasikan sebagai “vulnerable” (rawan) dimana hanya satu tingkat lebih baik daripada “endangered” atau “terancam punah”. 20 tahun belakangan ini, populasi mereka terus menurun hingga 30-50%, kebanyakan karena pergerakan industri. Sama halnya seperti beruang, karena kepopularannya, maka spesies singa ini terus diburu untuk piala perburuan yang terkenal. Salah satu spesies singa yang paling terancam adalah African Lion dengan populasi sekitar 30 Ribu Ekor dimana setiap tahunnya diburu setidaknya hingga 600 ekor untuk tujuan olahraga (piala perburuan).

4. Ikan Tuna – Blue Fin Tuna

Ikan Tuna merupakan salah satu ikan paling komersial (paling banyak diburu dengan tujuan untuk makanan, dijual dan sejenisnya), selain itu harga ikan tuna juga tidak boleh diremehkan. Satu Ikan tuna yang berkualitas tinggi dapat berharga sampai dengan $700.000 (Sekitar 7 Miliar). Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak sekali perburuan tuna, dimulai dari tujuan komersial hingga tujuan olahraga. Lebih dair setengah spesies tuna berada dalam kategori terancam punah dimana Blue Fin Tuna sendiri benar-benar sudah berada di ujung kepunahan dengan populasi menurun hingga 90%.

3. Harimau

Merupakan spesies kucing lokal dari Asia salah satunya adalah hutan hujan Indonesia dan merupakan predator teratas dalam ekosistem tempat tinggal mereka. Ironisnya adalah walaupun begitu, hingga sekitar abad 20 masih ada 100 ribu ekor harimau di dunia, namun sekarang banyak spesies harimau yang telah punah dan semua subspesies sisanya masuk dalam kategori “critically endangered” atau “di ujung kepunahan”. Walaupun semua subspesies ini digabungkan menjadi satu, hanya akan ada sekitar 3 Ribu ekor harimau di dunia. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena perburuan kulit mereka, daging dan bagian-bagian tubuh, serta kehilangan habitat akibat penebangan liar.

2. Gajah – Sumatran Elephant

Gajah adalah salah satu hewan yang paling mudah untuk dibunuh manusia. Mereka tidak dapat bersembunyi serta dengan senjata api maka tubuh mereka tidaklah berarti. Salah satu tujuan utama dari peruruan ini adalah mendapatkan gading mereka yang setiap pasang gadingnya dapat berharga hingga $5.000 (Sekitar 50 Juta) jika berkualitas tinggi. Salah satu spesies gajah yang paling terancam adalah Gajah Sumatera (Sumatran Elepahant) yang kemunculannya sudah sangat jarang dilihat. Bahkan di beberapa lokasi lokal, mereka telah punah.

1. Badak – Java Rhinoceros

Salah satu keunikan dari badak adalah tanduknya, namun ini jugalah yang menjadi alasan dari perburuan badak dimana tanduk-tanduk mereka diburu untuk diproses menjadi gagang belati, diroses menjadi serbuk serta untuk beberapa kebutuhan medis tradisional. Dari tanduknya saja di pasar gelap para pemburu dapat mendapatkan $30.000 (Sekitar 300 Juta). Salah satu spesies paling terancam adalah Badak Jawa yang diperkirakan jumlahnya hanya tersisa sekitar 30 ekor saja.

Friday, October 18, 2013

Binatang Langka yang Masih Diburu


Spesies langka di seluruh belahan dunia semakin langka karena berbagai alasan seperti kehilangan habitat, menjadi makanan dari predator, perubahan iklim, dan khususnya perburuan liar. Walaupun telah dilarang secara keras, spesies yang terancam punah ini masih tetap saja diburu karena berbagai alasan. Berikut 10 spesies langka yang masih diburu hingga sekarang ini tahupedia.com.

10. Buaya – Chinese Alligator

Sudah diketahui secara umum bahwa di dunia fashion, kulit buaya sangatlah berharga. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa spesies buaya pada awalnya masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”, untungnya berkat berbagai upaya konservasi yang ada di dunia maka status tersebut telah membaik menjadi “vulnerable” atau “rawan”. Namun hal ini tidak berarti mereka telah terbebas dari perburuan liar manusia. Salah satu spesies buaya yang paling terancam punah adalah Chinese Alligator yang diperkirakan sisa spesies ini adalah kurang dari 200 ekor.

9. Hiu – Great White Sharks

Salah satu spesies binatang yang masih paling banyak diburu hingga sekarang ini adalah spesies hiu yang dikategorikan masuk ke dalam “vulnerable” atau “rawan”. Walaupun mereka digambarkan sebagai ikan yang mengerikan dengan gigi yang berbahaya, pada kenyataannya manusia terus memburu spesies ini dengan tujuan untk mendapatkan sirip hiu berkualitas tinggi dan dijadikan sup kelas atas. Salah satu spesies hiu yang paling terancam punah adalah Great White Sharks yang diperkirakan jumlahnya di alam liar hingga sekarang hanya bersisakan 3.500 ekor.

8. Kuda Nil – Pygmy Hippopotamus

Merupakan hewan darat terbesar kedua di dunia setelah gajah dengan gigi menyerupai gading, bermulut besar dan salah satu hewan teragresif di dunia. Ini semua tidak berarti di hadapan manusia yang memburu gigi mereka tersebut, beberapa lainnya memburu kuda nil untuk sekedar mendapatkan piala perburuan. Pygmy hippopotamus adalah salah satu spesies kuda nil yang terancam punah di dunia dimana diperkirakan sisanya di alam liar hanyalah 2 hingga 3 ribu di dunia.

7. Cheetah 

Hewan darat tercepat di dunia yang mampu berlari hingga 70-75 mil per jam ini merupakan salah satu hewan yang keberadaannya masuk dalam kategori “vulnerable”. Ada berbagai alasan mengapa speies cheetah berada di kategori ini, seperti konflik di alam liar, perburuan liar, dan khususnya kehilangan habitat. Hingga sekarang spesies Cheetah hanya bersisakan 10 Ribu ekor di alam liar. 10 Ribu ekor Cheetah ini telah mewakili seluruh spesies dan subspesies Cheetah di berbagai belahan dunia.

6. Beruang – Polar Bear

Beruang adalah salah satu binatang paling berbahaya di dunia, dan oleh karena itu spesies ini terus dijadikan lambang piala perburuan yang popular. Beruang sendiri masuk ke dalam kategori “vulnerable” dimana sebagian besar di antaranya telah dipertimbangkan masuk ke dalam kategori “endangered” atau “terancam punah”. Salah satu spesies beruang paling terancam di dunia adalah spesies beruang paling berbahaya yaitu Beruang Kutub atau Polar Bear. Jumlahnya di alam liar hanya bersisakan sekitar 20 Ribu ekor saja.

5. Singa – African Lion

Diklasifikasikan sebagai “vulnerable” (rawan) dimana hanya satu tingkat lebih baik daripada “endangered” atau “terancam punah”. 20 tahun belakangan ini, populasi mereka terus menurun hingga 30-50%, kebanyakan karena pergerakan industri. Sama halnya seperti beruang, karena kepopularannya, maka spesies singa ini terus diburu untuk piala perburuan yang terkenal. Salah satu spesies singa yang paling terancam adalah African Lion dengan populasi sekitar 30 Ribu Ekor dimana setiap tahunnya diburu setidaknya hingga 600 ekor untuk tujuan olahraga (piala perburuan).

4. Ikan Tuna – Blue Fin Tuna

Ikan Tuna merupakan salah satu ikan paling komersial (paling banyak diburu dengan tujuan untuk makanan, dijual dan sejenisnya), selain itu harga ikan tuna juga tidak boleh diremehkan. Satu Ikan tuna yang berkualitas tinggi dapat berharga sampai dengan $700.000 (Sekitar 7 Miliar). Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak sekali perburuan tuna, dimulai dari tujuan komersial hingga tujuan olahraga. Lebih dair setengah spesies tuna berada dalam kategori terancam punah dimana Blue Fin Tuna sendiri benar-benar sudah berada di ujung kepunahan dengan populasi menurun hingga 90%.

3. Harimau

Merupakan spesies kucing lokal dari Asia salah satunya adalah hutan hujan Indonesia dan merupakan predator teratas dalam ekosistem tempat tinggal mereka. Ironisnya adalah walaupun begitu, hingga sekitar abad 20 masih ada 100 ribu ekor harimau di dunia, namun sekarang banyak spesies harimau yang telah punah dan semua subspesies sisanya masuk dalam kategori “critically endangered” atau “di ujung kepunahan”. Walaupun semua subspesies ini digabungkan menjadi satu, hanya akan ada sekitar 3 Ribu ekor harimau di dunia. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena perburuan kulit mereka, daging dan bagian-bagian tubuh, serta kehilangan habitat akibat penebangan liar.

2. Gajah – Sumatran Elephant

Gajah adalah salah satu hewan yang paling mudah untuk dibunuh manusia. Mereka tidak dapat bersembunyi serta dengan senjata api maka tubuh mereka tidaklah berarti. Salah satu tujuan utama dari peruruan ini adalah mendapatkan gading mereka yang setiap pasang gadingnya dapat berharga hingga $5.000 (Sekitar 50 Juta) jika berkualitas tinggi. Salah satu spesies gajah yang paling terancam adalah Gajah Sumatera (Sumatran Elepahant) yang kemunculannya sudah sangat jarang dilihat. Bahkan di beberapa lokasi lokal, mereka telah punah.

1. Badak – Java Rhinoceros

Salah satu keunikan dari badak adalah tanduknya, namun ini jugalah yang menjadi alasan dari perburuan badak dimana tanduk-tanduk mereka diburu untuk diproses menjadi gagang belati, diroses menjadi serbuk serta untuk beberapa kebutuhan medis tradisional. Dari tanduknya saja di pasar gelap para pemburu dapat mendapatkan $30.000 (Sekitar 300 Juta). Salah satu spesies paling terancam adalah Badak Jawa yang diperkirakan jumlahnya hanya tersisa sekitar 30 ekor saja.

Tuesday, October 15, 2013

Hewan Dengan Strategi Berburu Paling Unik


Salah satu hal yang menjadi objek penelitian dari para ilmuwan adalah cara hewan dalam berburu makanan, karena sebagian besar aktivitas utama hewan adalah mencari makan. Banyak predator yang memiliki cara unik saat menaklukan dan menangkap mangsanya itu. Dari berbegai cara tersebut ada yang membuat kita terkagum-kagum lantaran di luar dari perkiraan. Berikut 5 hewan dengan strategi berburu yang unik, dikutip dari unikgaul.com

1. Archerfish

Kita mungkin tidak akan pernah percaya sebelumnya jika tidak melihat bagaimana ikan yang hidup diperaian hutan bakau di kawasan India dan Polinesia ini mencari mangsa. Karena walaupun hidup di air, tapi mayoritas buruanya ada hewan-hewan kecil yang hidup di luar air. Terutama serangga yang hinggap di atas selembar daun di dekat permukaan air. Jika melihat ada mangsa tersebut, Archerfish, akan menyemprotkan air lewat mulutnya ke daun tersebut, agar serangga jatuh, lalu dimangsanya, atau bahkan langsung mengenai mangsa yang diburunya.
Hebatnya semprotan air dari mulutnya tersebut memiliki kecepatan tinggi. Saking cepatnya membuat daun bergetar hebat dan serangga terjatuh. Semprotan itu bisa mencapai 2 – 3 meter. Para ahli biologi dari berbagai negara telah lama meneliti cara ikan ini bisa menyemprotkan air sekuat dan sejauh itu. Riset dari para ilmuwan Italia yang dimuat dalam jurnal Plus One menyebutkan, kekuatan semprotan air mencapai 10 kali lipat berat tubuh ikan tersebut. Salah satu sumber kekuatan itu berasal dari serat kolagen, seperti yang dilakukan salamander.

2. Kelabang Raksasa Amazon

Cara berburu unik pada hewan yang akan dimangsanya juga diperlihatkan kelabang raksasa Amazon, atau hewan dengan nama latin, Scolopendra Gigantea. Kelabang ini menjadi serangga terbesar di dunia yang bisa ditemui di bagian utara Amerika Selatan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 35 cm. Dengan ukuran tubuh seperti itu, kelabang ini bisa memangsa kelelawar, burung, katak, kadal, bahkan laba-laba tarantula raksasa yang beracun sekali pun.
Saat berburu, kelabang ini menggunakan kakinya yang jumlahnya mencapai 46, dari 23 segemen tubuhnya. Kakinya yang panjang, memiliki cakar yang berbisa. Inilah yang tidak dimiliki spesies kelabang lainnya. Saat mangsanya sudah terkena bisa dari cakarnya maka akan langsung tidak berdaya. Tubuh kelelawar besar pun bisa dilahapnya hanya dalam waktu 60 menit saja. Walaupun cakarnya berbisa, namun tidak berbahaya pada manusia.

3. Laba-laba “Pintu Jebakan”

Yang tak kalah unik saat memburu mangsa dilakukan laba-laba yang hidup di gurun. Sesuai dengan namanya trapdoor spider, laba-laba ini menggunakan lubang atau pintu untuk menjebak mangsanya. Sang laba-laba akan menggali lubang, lalu memelester bagian dalam lubang dengan tanah dengan cairan lengket yang dihasilkan tubuhnya hingga menjadi sebuah rumah yang kokoh, sehingga terhindar dari bahaya roboh permukaan tanah.
Laba-laba tersebut akan bersembunyi di dalam lubang dengan yang disamarkan oleh ranting-ranting pohon dan daun, sehingga tampak seperti tidak ada lubang. Karena itulah, serangga atau hewan lain yang menjadi buruan tidak menyadarinya hingga mendekat, atau bahkan berdiri di atas lubang tempat laba-laba bersembuyi. Karena mangsa sudah mendekat, laba-laba dengan mudah menarik mangsanya ke dalam lubang untuk dimakan.

4. Udang Mantis

Hewan yang satu ini juga memiliki keunikan tersendiri saat berburu mangsa yaitu dengan menggunakan pukulan. Keahlian melumpuhkan hewan buruan dengan pukulannya tersebut dilakukan udang mantis. Bahkan kecepatan pukulan yang dilakukan udang mantis termasuk yang tercepat dengan mencapai 50 meter per jam. Hewan-hewan yang terkena pukulan udang mantis akan cacat seumur hidup, hingga akan dengan mudah menjadi santapannya.
Alat yang dipergunakan memukul mangsanya tersebut di sebut Dactyl Club, yang berwarna merah dengan panjang 1 cm di bagian depan kepalanya. Seorang insinyur teknik kimia dari universits of california melakukan penelitian terhadap alat pemukul tersebut, yang ternyata tersusun atas material kalsium karbonat, susunan yang sama seperti yang didapati pada tulang manusia. Di bagian bawah terdapat material lain untuk mencegah kerusakan atau retaknya organ meluas. Sedangkan di area terakhir di belakang, tersusun atsa kitin yang membantu organ pemukul dari tekanan luar. Dengan susunan tersebut membuat udang mantis memiliki kemampuan bertahan dari benturan.

5. Dragonfish

Hewan terakhir yang memiliki kemampuan untuk saat berburu mangsa adalah dragonfish, atau Grammatostomias flagelibarba. Ikan ini termasuk predator yang ganas, meskipun ukuran tubuhnya kecil, rata-rata hanya 10 hingga 15 centimeter jika dibandingnkan dengan predator lain yang hidup di laut dalam. Tapi hewan ini juga bisa hidup di air laut dangkal, bahkan dipelirahara dalam akuarium.
Keunikan dalam berburu dari dragonfish ada pada sebuah gandul di bagian dagunya. Gandul tersebut merupakan organ penghasil cahaya yang disebut sebagai photophores. Fungsinya saat berburu yaitu memancing ikan yang hidup di dalam kegelapan pada kedalaman laut yang sangat dalam. Biasanya dengan cahaya tersebut mangsanya tertarik untuk mendekatinya. Setelah ikan yang tidak curiga semakin mendekat, dragonfish akan melahap dan menggigit dengan rahang kuatnya

Monday, October 14, 2013

Hewan yang Berbahaya


Berikut adalah 8 hewan yang berbahaya bagi wisatawan, dikutip dari unikgaul.com

1. Hiu putih raksasa di New South Wales, Australia

New South Wales dikenal sebagai salah satu perairan di dunia yang dihuni populasi hiu putih raksasa terbanyak. Ironisnya, hiu ini juga menjadi objek wisata setempat yang digunakan untuk menarik turis. New South Wales disebut sebagai “Kota Para Hiu”. Sejak 1876 hingga 2008, tercatat ada 148 insiden yang melibatkan hewan ganas ini. Sebagian besar serangan ini melibatkan hiu putih raksasa dan berakibat fatal, yakni kematian. Kebanyakan wisatawan yang diserang adalah para penyelam dan peselancar yang berenang terlalu jauh dari garis aman pantai. Karenanya, turis diminta untuk tidak berenang sendiri di perairan New South Wales.

2. Harimau Benggala di Sundarbans, Bangladesh

Bangladesh berada di Asia Selatan, berbatasan dengan India. Sebagian besar garis pantainya terdiri dari hutan berawa yang dinamakan Sundarbans. Ini adalah hutan bakau terbesar di dunia dan rumah bagi beragam flora dan fauna, di antaranya harimau benggala. Harimau benggala merupakan spesies langka, yang ternyata keberadaannya juga mengancam keselamatan manusia bila diusik. Setidaknya, 150 kematian terjadi akibat serangan harimau ini.
Serangan ini umumnya terjadi pada turis yang tidak waspada saat menjelajahi sundarbans. Harimau ini biasanya menyerang bila mendapati manusia masuk ke teritorinya, atau bila mereka tidak mendapatkan makanan di hutan. Bila bertemu harimau di hutan, jangan langsung berlari, karena justru akan memacu insting hewan ini untuk mengejar. Bila harimau berhasil menyudutkan Anda, utamakan untuk melindungi leher, bagian terlemah dan rentan diserang hewan buas ini.

3. Kelelawar vampir di Venezuela

Jenis wisata yang ditawarkan oleh Venezuela adalah wisata pantai. Namun ternyata,, hewan buas yang dapat mengancam wisatawan saat pelesir di negara ini bukanlah hewan air, melainkan hewan yang bisa terbang.Sejak 1932, setidaknya tercatat ada 132 kematian manusia diakibatkan gigitan kelelawar vampir, jenis kelelawar yang membawa virus rabies. Kelelawar ini berhabitat di seluruh Amerika Tengah dan Selatan, dan paling banyak ditemukan di Venezuela. Hewan ini kerap disebut pembunuh dalam diam, karena sering saat mereka menggigit dan menghisap darah korbannya, tidak ada yang menyadari.
Insiden serangan kelelawar vampir paling parah terjadi pada 2008. Sebanyak 38 anggota suku Indian Warao di desa terpencil Venezuela mati karena virus rabies yang dibawa oleh kelelawar ini. Tidak hanya itu, para peneliti dan wisatawan pun ada yang ikut tewas. Para pemerintah setempat menghimbau para turis yang datang ke Venezuela untuk ekstra hati-hati dengan hewan malam ini. Bila menginap di luar ruangan, diminta untuk selalu memasang kelambu atau jaring nyamuk agar kelelawar tidak dapat masuk.

4. Beruang kutub, Rusia

Karena letaknya di belahan bumi paling utara, wilayah perairan Rusia umumnya tertutupi es dengan beberapa laut yang bebas es, yakni Laut Barents, Laut Putih, Laut Kara, Laut Laptev, dan Laut Siberia Timur yang merupakan bagian dari Arktik atau kutub utara. Juga, Laut Bering, Laut Okhotsk, dan Laut Jepang yang merupakan bagian dari Samudra Pasifik. Iklim di kawasan Rusia adalah Tundra, yang sangat dingin.
Karena iklim dinginnya ini, salah satu fauna yang banyak ditemukan di Rusia adalah beruang kutub. Menurut catatan, Rusia merupakan tempat terjadinya serangan beruang kutub terbanyak di dunia. Ternyata meski terlihat lucu, beruang kutub adalah hewan yang sangat ganas. Bila lapar dan melihat manusia masuk ke wilayahnya, hewan ini akan agresif dan langsung menyerang. Para ahli menyarankan wisatawan untuk membuat banyak suara berisik untuk menghalau hewan ini. Bila tidak berhasil, berbaring saja di tanah dan pura-pura mati, niscaya beruang ini akan meninggalkan Anda.

5. Ubur-ubur kotak ,Northern Territory dan Queensland, Australia

Di bagian timur, Queensland berbatasan dengan Laut Koral dan Laut Pasifik. Kedua negara bagian Australia ini dikenal dengan wisata airnya. Dengan Laut Koral dan Laut Pasifik, menjadikan perairan di kedua wilayah ini kaya akan spesies laut yang menarik. Namun, setiap tahun di antara Oktober dan April, ribuan ubur-ubur kotak mendiami pantai-pantai utara Australia ini. Ubur-ubur tersebut merupakan salah satu hewan paling berbisa di dunia, dan menjadi penyebab setidaknya 70 kematian sejak 1883. Bisanya sangat beracun, bahkan para perenang yang terkena sengatannya akan mengalami gagal jantung bahkan sebelum mereka berhasil mencapai pantai.

6. Singa gunung, California

California memiliki alam yang indah menonjolkan lembah tengah yang luas, gunung tinggi, padang pasir yang panas, dan ratusan mil pesisir yang indah. Pantainya yang indah kerap didatangi turis dari berbagai belahan dunia. Namun, hati-hati bila mengunjungi daerah pegunungan di California. Di wilayah pegunungannya yang sebagian tertutupi hutan, hidup salah satu hewan terganas di dunia, yakni singa gunung.
Keberadaan singa gunung di California semakin membahayakan, terutama karena populasi manusia yang semakin banyak dan mendesak mundur jumlah hewan ini. Setidaknya dalam dua dekade terakhir ini terdapat 40 serangan singa gunung di California, enam di antaranya berakibat fatal. Untuk menghindari serangan singa gunung, sebaiknya hindari bersepeda atau berjalan sendiri di area pegunungan California. Sama seperti menghadapi harimau, jangan langsung lari saat melihat hewan ini.

7. Piranha, ikan ganas penguasa Sungai Amazon

Sungai Amazon adalah sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia. Amazon juga memiliki sistem peraliran terbesar dari seluruh sistem sungai. Meskipun Nil menjadi sungai terpanjang, Amazon bisa dianggap “terkuat” (dilihat dari jumlah air yang mengalir per detik). Sungai ini mengaliri Hutan Hujan Amazon yang berada di sekelilingnya. Di hutan ini, diperkirakan terdapat hingga sepertiga seluruh spesies yang ada di dunia. Hal ini menjadikannya hutan hujan paling kaya di dunia, bila dilihat dari keberagaman jenis spesiesnya. Sungai Amazon, seperti hutannya juga memiliki banyak spesies liar.
Hewan berbahaya yang hidup di sungai ini, antara lain buaya, anakonda, dan ikan piranha. Di dunia ini diperkirakan terdapat 40 jenis spesies piranha, namun piranha perut merah yang banyak ditemukan di Sungai Amazon adalah yang paling berbahaya. Ikan piranha ini berukuran kecil, namun sangat ganas. Ikan ini dapat menghabiskan seekor sapi hingga ke tulang-tulangnya dalam waktu dua menit saja.
Karena itu, wisatawan yang menjelajah Sungai Amazon diminta untuk tidak berenang atau masuk ke dalam air, bila tidak ingin diserang ikan ganas ini. Ikan piranha umumnya muncul banyak di Amazon pada musim kering. Saat menjelajahi sungai ini, sebaiknya wisatawan tetap diam dan tenang, dan dilarang keras untuk memasukkan kaki ke dalam air. Ikan ini biasanya menyerang kaki terlebih dahulu.

8. Kuda nil di Afrika

Benua Afrika terkenal memiliki daerah-daerah sabana yang menjadi habitat hewan liar, seperti singa, jerapah, gajah, zebra, dan masih banyak lagi. Keberagaman hewan liar ini menjadikan Afrika sebagai destinasi wisata safari. Berinteraksi dengan hewan liar sambil bersafari di Afrika memang menyenangkan, namun juga menyimpan bahaya. Dan ternyata, hewan terbuas di Afrika bukanlah singa, melainkan kuda nil. Kuda nil kerap dianggap sebagai hewan terbuas di Benua Hitam ini. Rahangnya yang besar dan kuat mampu melumpuhkan mangsa dalam waktu singkat. Kuda nil kerap menyerang apabila terpisah dari bayi-bayinya. Saat melihat kehidupan kuda nil dari dekat, cobalah untuk tetap tenang. Hewan ini memiliki penglihatan yang buruk, karena itu mudah panik dan menyerang.